Monthly Archive February 2018

ByCPHI Unud

Research Conducted in East Java and East Nusa Tenggara

Pada awal tahun 2018 ini, CPHI berkesempatan untuk melakukan penelitian di dua provinsi di Indonesia yakni Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian yang dilakukan merupakan hasil kerja sama antara Nutrition International (NI) dengan CPHI untuk melakukan formative evaluation terhadap program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang merupakan program milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formative evaluation yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan informasi bagi pengembangan model KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang tepat sasaran bagi remaja putri di dua provinsi yang berbeda dengan karakteristik penduduk yang juga berbeda satu sama lainnya.

Lokasi penelitian untuk di Jawa Timur berada di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Ngawi. Pemilihan dua lokasi tersebut didasarkan atas karakteristik dan budaya masyarakat yang berbeda, sebagai contoh masyarakat di Situbondo merupakan masyarakat yang kental dengan budaya madura sementara di Ngawi lebih mengarah ke budaya jawa. Perbedaan budaya tersebut secara tidak langsung mempengaruhi pola pemikiran, perilaku serta kebiasaan masyarakat didalamnya. Selain faktor budaya, faktor lain yang juga mendasari pemilihan di dua kabupaten tersebut yakni jumlah sekolah dan ketersediaan infrastruktur fasilitas kesehatan. Sementara untuk di Nusa Tenggara Timur, penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Manggarai Barat.

Proses pengumpulan data tidak hanya melibatkan siswa remaja putri di SMA sebagai penerima program TTD, namun penelitian ini juga menyasar kelompok lainnya seperti orang tua remaja putri, siswa laki-laki, guru, kepala sekolah, guru UKS, tenaga kesehatan hingga pemuka agama setempat. Terlibatnya remaja laki-laki hingga tokoh agama setempat sebagai partisipan penelitian dianggap dapat memberikan informasi pendukung yang dapat meningkatkan motivasi remaja putri untuk mau menerima dan mengonsumsi TTD serta untuk melihat hambatan yang mungkin muncul. Selain itu, hal ini dilakukan guna melihat peran lintas sektor yang terlibat dalam pelaksanaan program dan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program TTD ini dapat diterima dengan baik serta dipahami maksud dan tujuannya bagi masa depan remaja putri.

Selain melakukan pengumpulan data, tim CPHI juga berkesempatan untuk menikmati indahnya pesona alam kepulauan Nusa Tenggara Timur seperti kepulauan padar di Manggarai Barat, danau asin di Weekuri Sumba Barat Daya, desa tradisional di Praijing Sumba dan hamparan pantai yang mampu melepas penat sekaligus mengembalikan semangat para tim untuk melakukan pengolahan data setiba di Bali.