Monthly Archive March 2018

ByCPHI Unud

SEKSI Studi 2018

SURVEI KESEHATAN SEKSUAL INDONESIA (SEKSI) STUDI 2018

Seksi Studi atau Survei Kesehatan Seksual Indonesia dilakukan untuk mengetahui tentang komunitas laki-laki gay, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dan waria di Bali, termasuk kedadaan kesehatan seksual dikalangan mereka serta pemanfaatan teknologi untuk terhubungan satu sama lainnya dan untuk mencari informasi kesehatan. Penelitian ini merupakan survei yang ditujukan untuk menanyakan tentang perilaku seksual, pemeriksaan kesehatan seksual, relasi, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Penelitian ini dilaksanakan oleh dr. Pande Januraga and I Gusti Agung Agus Mahendra yang merupakan peneliti di Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana, Bali, Indonesia, yang bekerjasama dengan Dr. Benjamin Bavinton dan Professor Andrew Grulich dari the Kirby Institute di UNSW Sydney, Australia. Penelitian ini dibiayai oleh Universitas Udayana dan Kirby Institute.
Kriteria responden dalam penelitian ini yakni sebagai berikut:

  • Mereka yang berfikir bahwa diri mereka adalah “gay”, “biseksual”, “LSL”, “waria”, atau mereka adalah seorang laki-laki/waria yang pernah berhubungan seksual dengan laki-laki/waria lainnya dalam 12 bulan terakhir
  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Tinggal secara permanen di Bali atau telah tinggal dan memiliki rencana menetap di Bali setidaknya selama 6 bulan
  • Mampu mengisi kuisioner survei dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.

Pada tanggal 1 Maret 2018 lalu, telah dilaksanakan pelatihan petugas perekrut yang nantinya akan bertugas untuk kegiatan promosi dan rekrutmen responden penelitian, serta sebagai pengawas dan pendamping dalam pengisian dan pengunggahan kuesioner survei. Kegiatan pelatihan dilakukan di Hotel Grand Mirah Denpasar. Sebanyak 33 orang terlibat dalam pelatihan ini yang mana berasal dari 4 yayasan dan klinik yang berkecimpung di bidang penjangkauan dan pendampingan komunitas Gay, Waria dan LSL di bali. Yayasan tersebut adalah Yayasan Gaya Dewata, Yayasan Bali Peduli, Yayasan Kerti Praja serta Klinik Bali Medika. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersipkan petugas perekut sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan. Selain melibatkan yayasan dan klinik, CPHI sebagai pelaksana juga melibatkan beberapa komunitas LGBT dan tempat-tempat hiburan yang didominasi pelanggannya adalah laki-laki termasuk laki-laki gay dan atau LSL serta waria. Pelatihan yang dilakukan tidak hanya memberikan informasi dari pembicara saja melainkan juga melibatkan partisipasi peserta untuk melakukan role play sebagai bagian dari melatih para petugas perekrut saat melakukan perekrutan.

Sebanyak 600 sampai 700 responden direncanakan untuk berhasil direkrut dan mengisi kuesioner survei, dimana responden diharapkan bervariasi baik secara usia, asal, ras serta perilaku seksual. Data dan informasi dari survei ini akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program dan layanan kesehatan khususnya HIV dan IMS di kalangan komunitas Gay, Waria dan LSL di Bali. Kedepannya, survei ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, guna memenuhi kebutuhan data dan informasi dikalangan gay, waria dan LSL secara reguler. Tidak menutup kemungkinan pula, kedepannya SEKSI studi tidak hanya dilakukan di Bali, melainkan di seluruh Indonesia.