Monthly Archive March 2019

ByCPHI Unud

Pameran CPHI di Semiloka Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia.

Bersama dengan Program Dharma, CPHI mendapat kesempatan membuka stand untuk mempromosikan proyek dan inovasi-inovasi yang dilakukan pusat inovasi kesehatan masyarakat kami.
Asosiasi Dinas Kesehatan seluruh Indonesia yang datang ke Bali untuk pertemuan nasional kali ini, sangat bersemangat untuk mengetahui bagaimana CPHI berkolaborasi dengan berbagai instansi di Bali khususnya serta kolaborasi regional-internasional yang CPHI kerjakan sejauh ini. Bagaimana penelitian/survey dikerjakan untuk mengetahui tingkat kepuasan, proyek pengabdian, pelatihan sampai pada tools-tools yang kami gunakan sehingga dapat membuat penelitian lebih cepat, mudah, murah dan tentunya terpercaya.

Antidote, sebagai salah satu alternatif pertolongan pertama akibat keracunan minuman oplosan.

Selain proyek-proyek yang telah kami kerjakan sebelumnya, kami juga menawarkan berbagai inovasi yang sedang dikerjakan dan melihat berbagai peluang kerjasama. Para pengunjung sangat antusias dan tentunya kami optimis dengan berbagai kolaborasi kedepannya.

Purula, sebuah produk tabur pada makanan untuk remaja guna mencegah stunting yang sedang CPHI kembangkan.

Peneliti kami menjelaskan inovasi metode pengumpulan data yang CPHI gunakan lebih praktis, hemat, cepat, dan terpercaya.

CPHI selalu mengembangkan berbagai inovasi dalam dunia penelitian, membuka kerjasama dengan berbagai instansi sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

ByCPHI Unud

Strategi Analisis Data Kualitatif dengan Program NVivo

Pada hari Sabtu, 16 Maret 2019. Tim CPHI diundang untuk memberikan pelatihan program analisis kualitatif dengan menggunakan Program NVivo kepada para dosen di fakultas pariwisata.

Dengan semakin berkembangnya teknologi didunia penelitian, terdapat berbagai teknologi digital yang mempermudah pekerjaan kita. Salah satunya di dunia penelitian yang semakin berkembang.

Dalam melakukan penelitian, tentunya terdapat beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan dengan angka atau analisis statistik (SPSS, STATA, …). Seperti misalnya faktor sosial budaya dapat mempengaruhi penyebab suatu kasus/masalah terjadi. Sehingga hal tersebut membutuhkan analisis yang mendalam. Sebagai contoh dalam dunia kepariwisataan, wisatawan yang datang ke Bali dapat dipetakan dengan Sosial Network Analisis Kualitatif yang dapat mempengaruhi kunjungan dan mengetahui daya tarik dari wisatawan tersebut.

Kepadatan network dari responden yang diteliti dapat dianalisis dengan lebih mudah dengan aplikasi NVivo ini. Mulai dari pengelompokan (koding) sampai pada persebaran, peneliti dapat dengan mudah membaca data serta temuan dilapangan. Bukan hanya dari hasil wawancara dan fokus grup diskusi, tetapi juga hasil observasi dari gambar dan juga dapat digunakan untuk analisa mixed-method. Tentunya peneliti akan sangat terbantu dengan aplikasi ini, lebih mudah, cepat, dan terstruktur.

 

ByCPHI Unud

Training & Coursework

To strengthen the quality of research.

ByCPHI Unud

Community Service

Collaboration with the Ministry of Health in Strengthening Nutrition Supplementary.

ByCPHI Unud

Kerjasama dengan Kementrian Kesehatan dalam Penguatan Intervensi Suplementasi Gizi di Kabupaten Gianyar Bali

Direktur CPHI dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH dan para peneliti bertemu dengan Direktur Gizi Kementrian Kesehatan; Bapak Ir. Doddy Izwardy, MA guna membahas mengenai kerjasama pendampingan penanggulangan stunting di 10 desa lokus stunting di Gianyar Bali.

Departemen Gizi Kementrian Kesehatan yang telah mengidentifikasi penguatan intervensi suplementasi gizi kerjasama dengan universitas dan perguruan tinggi (pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten/kota lokus stunting) dan dalam hal ini bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi yang memiliki kualifikasi dan pengalaman untuk melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat terkait percepatan perbaikan gizi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten/Kota lokus stunting. Kementerian Kesehatan dalam hal ini pihak Direktorat Gizi Masyarakat mempercayai CPHI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai mitra untuk melaksanakan pendampingan penanggulangan stunting di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Gianyar, Bali.

Hal ini juga berkaitan dengan kerjasama sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kesehatan No: HK.03.01/I/808/2018 dengan Universitas Udayana No: 13377/UN14/KS/2018 tentang Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Sustainable Development Goals 2, 3, 5, dan 6 tanggal 25 Oktober 2018.

Terkait penguatan intervensi suplementasi gizi dalam pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten/kota lokus stunting ini, pihak CPHI akan melaksanakan serangkaian kegiatan penguatan pendampingan, pelaksanaan assesment, analisis situasi dan rencana kegiatan di 10 desa sasaran. CPHI akan mengimplementasikan intervensi spesifik dan sensitif yang konvergen dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di kota Gianyar dengan daerah sasaran lokus stunting melalui pendampingan yang akan dimulai pada bulan April Tahun 2019.

ByCPHI Unud

Young Health Program PLAN International Indonesia

Studi baseline ini menyimpulkan bahwa merokok tembakau masih prevalan di kalangan responden laki-laki berusia di atas 18 tahun pada ketiga daerah survey. Di daerah Mataram, merokok tembakau prevalan terjadi pada laki-laki muda yang berusia kurang dari 18 tahun. Mengenai merokok tembakau, orang muda yang berada dalam usia sekolah dapat dengan melakukan kontrol yang lebih ketat dari penerapan kebijakan zona bebas rokok di hampir semua sekolah di daerah tersebut. Meskipun dukungan normatif mengenai keyakinan yang tersebar luas bahwa orang muda tidak boleh merokok, anggota keluarga dewasa serta guru-guru belum dapat dijadikan panutan bagi orang muda, sehingga adalah penting untuk melibatkan guru-guru dan tokoh masyarakat yang dihormati sebagai mentor untuk program pencegahan dan berhenti merokok tembakau. Sementara untuk orang muda perempuan, yang akan menjadi korban perokok pasif, adalah perlu untuk memberdayakan mereka untuk menegosiasikan hak untuk tidak terpapar asap tembakau serta untuk melepaskan “kekerenan laki-laki” dari merokok tembakau juga sangat penting.

Penggunaan alkohol ditemukan lebih banyak pada responden laki-laki berusia lebih dari 18 tahun di Jagakarsa (daerah Srengseng) dan pada populasi yang lebih muda di Mataram, sehingga pendekatan berbasis masyarakat disarankan untuk Jagakarsa dan program pencegahan berbasis sekolah harus dilakukan di Mataram. Catatan lain adalah beban ganda atas merokok dan minum alkohol, di mana lebih dari setengah dari semua perokok juga minum alkohol terutama di Jagakarsa dan Mataram.

Kurangnya asupan sayuran dan buah-buahan, gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi minuman kemas yang manis adalah prevalan di semua usia termasuk usia sekolah, sehingga intervensi berbasis sekolah untuk perilaku berisiko ini diperlukan.

Pemanfaatan dan kepuasan pelayanan kesehatan ramah remaja adalah rendah dengan lebih banyak laki-laki memanfaatkan pelayanan tersebut dibandingkan dengan mitra perempuan mereka. Norma jender yang bias mengenai hak KSR dan pengambilan keputusan tetap ada di masyarakat sehingga topik kesetaraan jender masih dibutuhkan. Hambatan untuk mengakses layanan PKPR terutama karena kurangnya permintaan dan kualitas pelayanan yang rendah. Sementara hambatan untuk penyediaan pelayanan berkualitas adalah alasan klasik kurangnya sumber daya manusia dan tidak adanya dana yang secara khusus dialokasikan untuk PKPR. Sementara untuk pos pelayan terpadu remaja atau Posyandu Remaja, program ini tidak ada di kedua daerah, yakni daerah Cibinong dan Jagakarsa.

ByCPHI Unud

What they thought about us?

Direktur Utama Sanglah

dr I Wayan Sudana, M.Kes.

RSUP Sanglah Denpasar pertama kali bekerja sama dengan CPHI ketika akan mengikuti penialain akreditasi JCI, dimana standar meminta adanya suvei kepuasan pasien dan staf atas layanan yang diberikan oleh peserta didik. CPHI sebagai satu-satunya penyedia jasa penelitian di Bali mampu menerjemahkan denganbaik standar yang diminta sehingga survei tersebut terlaksana dengan baik. Pada tahun 2016 RSUP Sanglah telah terakreditasi JCI dengan standar Academic Medical Center. Melihat hasil yang baik, RSUP Sanglah melanjutkan kerja sama dengan CPHI melalui pelaksanaan survei tentang budaya anti korupsi tahun 2018. Tahun 2018 akhir RSUP Sanglah menambah kerja sama dalam bentuk survei kepuasan peserta didik terhadap proses pembelajaran di RSUP Sanglah.

 

Director of L.I.A.M Charitable Fund

Lhani Davies

“CPHI have worked with the LIAM charity since 2014 developing and providing community education and awareness regarding Methanol Poisoning prevention, first aid and correct distillation practices. CPHI along with Sanglah Hospital and the LIAM charity have worked tirelessly to successfully have Protocol for the correct treatment of Methanol Poisoning signed and supported by the Bali Health department, an amazing achievement.”

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung

I Wayan Suambara, S.H., M.M.

“Kerja sama Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung dengan Center for Public Health Innovation (CPHI) pada tahun 2018 terjalin melalui pelaksanaan kajian evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung yang dikenal sebagai Program Krama Badung Sehat. Dalam hal ini, CPHI telah sukses melaksanakan kajian evaluasi secara komprehensif  dan dapat memberikan butir-butir rekomendasi yang mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Krama Badung Sehat kedepannya.”

 


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali

Ir Catur Sentana

“Tim supervisor CPHI melakukan tugasnya dengan sangat professional. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2018 dengan baik. Komunikasi dan koordinasi dengan Enumerator dan Tim Fasilitator juga dilakukan dengan efektif dan professional.”
“Dalam Penyusunan dan Penyajian Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 Profil Provinsi Bali, tim Peneliti bekerja dengan sangat professional. Laporan yang dhihasilkan juga disajikan dengan bahasa yang komunikatif, dilengkapi dengan tabel dan grafik yang mudah dipahami. Waktu pengerjaan juga tepat sesuai dengan rentang waktu yang telah disepakati.”

 

Direktur RSD Mangusada Kabupaten Badung

I Nyoman Gunarta, MPH

Pada tahun 2018, untuk pertama kalinya RSD Mangusada telah mempercayakan kepada CPHI sebagai  salah satu penyedia jasa penelitian di Bali untuk melaksanakan Survei  Penilaian Eksternal  terhadap Kepuasan Pasien  terhadap Layanan yang diberikan di Unit Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan serta Kepuasan Pegawai Fungsional terhadap Manajemen.  Manajemen RSD Mangusada Kabupaten Badung sangat  puas dan mengapresiasi atas hasil kerjasama yang telah terjalin dengan CPHI (Center for Public Health Innovation ) FK UNUD, yang telah mampu menterjemahkan dengan baik standar yang diminta oleh Surveior dari KARS versi 2012, Auditor ISO 9001 serta standar SNARS, yang mampu membawa RSD Mangusada mencapai predikat memuaskan dan Paripurna  dari KARS. Oleh karenanya,  Hasil yang telah dipresentasikan oleh Tim CPHI beserta Tim merupakan cerminan  dan akan dipergunakan sebagai salah satu acuan kedepan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, selain itu juga, tidak menutup kemungkinan juga dipergunakan untuk meningkatkan Inovasi di segala bidang di RSD Mangusada demi terwujudnya pelayanan prima dan menjadi rumah sakit daerah dengan pelayanan publik terbaik di Bali. Dan Manajemen pun berharap kerjasama ini dapat kembali terjalin pada pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat berikutnya di unit-unit lainnya.”

 

Pelaksana Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Denpasar

Ketut Ary Diana Artha, S.KM, M.Kes

 “Tim CPHI sangat kooperatif dan komunikatif dalam proses kerjasama. Pelaksanaan survey dilakukan dengan cepat dan tepat. Hasil yang diperoleh diseminasikan terlebih dahulu sebelum laporan dicetak sehingga laporan yang diahsilkan benar-benar berkualitas dan mudah dipahami.”

 

 

 

ByCPHI Unud

The Achievement of Breastfeeding Program in Probolinggo

As a district with the highest maternal and child mortality rates in East Java, Probolinggo is one of the target areas of the assessment program of 10 steps towards successful breastfeeding. The Probolinggo District Health Office is very open with the multisector collaboration to reduce maternal and child mortality, especially the achievement of Exclusive Breastfeeding Program.

The rate of early marriage that is still high in Probolinggo is a challenge itself in supporting the program coupled with some beliefs or myths that make people’s perceptions of exclusive breastfeeding unsuccessful in the past few years.

Educating our people is the key, said by the Chief of the District Health Office of Probolinggo.

Probolinggo’s efforts that deserve to be appreciated since they massively campaigned for the importance of giving exclusive breastfeeding fully for 2 years and this was reflected in the role of the Chief of Probolinggo district (Bupati) as Duta ASI as well as a role model by breastfeeding her children.

Various efforts were made by various parties such as community education, in collaboration with some sectors and also providing training to health workers such as village midwives and motivators/assistants for ASI (Breastfeeding).

In the future, the Probolinggo Health Office has signed a partnership with several organizations that support maternal and child nutrition improvement programs such as provided micronutrient and campaigning to maintain the nutrition started from early phases which are for teenagers. The programs planned in the future are expected to not only improve compliance and improve community knowledge but also involve them directly.

However, in the implementation of health officials and related agencies to face various challenges in the field, they hope the community can participate and fully support the success of the 10-step program towards successful breastfeeding in Probolinggo District.

 

ByCPHI Unud

Assessment Research Project in Bondowoso

Bondowoso being one of the 5 targeted areas as the location of our study relates to 10 steps towards successful breastfeeding. Based on the data in Health District Office confirm that Bondowoso is the third highest stunting incidence in East Java.

In its implementation, the 10 steps to success in breastfeeding are not only the responsibility of one department but are cross-sectoral responsibilities involving the Health Office, Mother, and Child Empowerment Service, Community Communication and Information and many more considering each stakeholder has their respective roles in order to contribute to efforts in reducing maternal and infant mortality.

Our researcher meeting up with the management parties of RS. H. Koesnadi Bondowoso.

In this district itself, the components of the 10 steps have been applied towards the success of breastfeeding, but the term 10 steps towards the success of breastfeeding have only been heard so that in the future there should be more information and education about the program. The commitment of health workers is quite high in the implementation of programs in the field, but the obstacle is the difficulty in forming breastfeeding escort groups because they are related to funds and human resources. According to one of the respondents, the breastfeeding companion group has an important role considering the influence of in-laws and also the myths that exist in the community, high prestige by using formula milk, many of which are still alternating without the knowledge of the Midwife. So that education for the community must be more aggressive in promoting the components of the 10 steps to success in breastfeeding in order to reach a healthy generation.