Monthly Archive May 2019

ByCPHI Unud

Audiensi Tim CPHI dengan Rektor Universitas Udayana

Tim CPHI audiensi terkait dengan Kegiatan Pendampingan Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Desa Lokus Stunting Di Kabupaten Gianyar Bali.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan Universitas Udayana.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan II FK Dr. dr. AA Wiradewi Lestari, Sp.PK, Ketua CPHI dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH, Konsultan dan para peneliti CPHI.

Ketua Pelaksana Program Dr. Ni Ketut Sutiari, S.KM., M.Si menyampaikan mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gianyar selama satu tahun pendampingan.

Dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan Workshop di Universitas Udayana pada tanggal 20-21 Juni 2019 mendatang tentang pemahaman stunting diantara pihak Universitas dengan OPD terkait serta Pemerintah Daerah yang akan dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana sehingga nantinya program pendampingan dapat berjalan sesuai dengan harapan serta mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Audiensi ini juga sebagai bentuk kegiatan perkenalan CPHI sebagai sebuah unit penelitian aktif di FK kepada Rektor Universitas Udayana.

Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi khususnya Universitas Udayana dalam pendampingan penurunan stunting di Kabupaten Gianyar.

ByCPHI Unud

Kabupaten Bondowoso Berkomitmen Memasukan Capaian 10 LMKM Sebagai Indikator Stunting.

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Bondowoso, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).

Bondowoso 23-24 Mei 2019- Angka Gizi Buruk dari tahun ke tahun meningkat di Kabupaten Bondowoso, hal ini disinyalir akibat angka kemiskinan yang masih tinggi. Faktor-faktor ini menjadi salah satu penyebab angka stunting tinggi di Kabupaten Bondowoso. Bappeda Bondowoso memaparkan bahwa Bappeda sedang menyusun program Tape Manis; Tanggap Peduli Masyarakat Miskin untuk berkontribusi dalam penanggulangan masalah stunting di Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Bondowoso dilaksanakan pada tanggal 22-23 Mei 2019 yang dilaksanakan di Hotel Ijen View, Bondowoso. PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, district coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Dinas Sosial, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Bondowoso. Tim Center for Public health innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana juga memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM di Kabupaten Bondowoso. Dari hasil pertemuan & workshop stunting, menghasilkan pertemuan mengenai rencana kerja yang akan dilakukan OPD-OPD terkait dan fasyankes yang hadir untuk Kabupaten Bondowoso yang lebih baik.

Kepala Bidang Sosial Budaya, Bappeda Kabupaten Bondowoso menyatakan bahwa permasalahan-permasalahan yang kini Bondowoso hadapi merupakan suatu motivasi agar semua jajaran OPD serta Fasyankes dapat lebih maksimal dalam menuntaskannya dengan kerjasama lintas sektor yang lebih baik.

Strategi integrasi rencana kegiatan yang dihasilkan berdasarkan diskusi yaitu integrasi program, membuat Renja sosialisasi, pertemuan koordinasi, penyusunan program agar 10 LMKM masuk sebagai indokator stunting, mekanisme monitoring dan evaluasi sampai pada memasukan pelatihan serta membahas pertemuan untuk membahas rencana pelatihan kader dan non-medis. Hal ini juga ditambah dengan kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dalam memberikan sambutan dan memaparkan mengenai cakupan ASI di Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa pihak dinas berkomitmen kedepannya untuk lebih gencar menyusun program kesehatan yang mendukung ASI dan sosialisasi 10 LMKM lebih gencar kepada para petugas kesehatan dan juga masyarakat. Perwakilan rumah sakit menambahkan bahwa dari hasil asesmen 10 LMKM yang menunjukkan persentase IMD masih rendah di fasilitas kesehatan ini, akan diupayakan kedepannya agar dapat lebih baik lagi dengan mensosialisasikan peraturan  mengenai hak/kewajiban tenaga kesehatan dan ibu, serta mengawasi penggunaan susu formula di fasilitas layanan kesehatan sehingga peredarannya dapat dikendalikan.

Hal ini juga dukungan dari OPD-OPD terkait yang mengusulkan akan memperbaiki sistem monitoring dan evaluasi serta mengadakan pelatihan untuk tenaga non-medis guna menunjang akses kesehatan masyarakat di posyandu dan juga kelas-kelas mendukung meningkatkan target capaian 10 LMKM. Sehingga dengan berbagai strategi yang telah dihasilkan dari diskusi workshop ini dapat mencapai cita-cita Kabupaten Bondowo yang semakin Melesat yang menjadi tagline unggulan dari Kabupaten Bondowoso.

Dari hasil penyusunan program berbasis bukti ini juga terdapat kesepakatan untuk disusun rencana agar kedepannya cakupan 10 LMKM agar dilaporkan kepada dinas kesehatan dan menjadikan 10 LMKM menjadi indikator stunting.

ByCPHI Unud

Consulting

Make the best decisions to move your research forward with confidence.

ByCPHI Unud

Workshop

It’s not just about collecting data, it’s about diving deeper needs.

ByCPHI Unud

Seksi Study akan kembali dilakukan di Bali

Seksi Studi (Survei Kesehatan Seksual Indonesia) akan kembali dilakukan di Bali setelah sebelumnya ditahun 2018, tim CPHI FK Universitas Udayana dipercaya melakukan Seksi studi ini yang dilakukan untuk mengetahui tentang komunitas laki-laki gay, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dan waria di Bali, termasuk kedadaan kesehatan seksual dikalangan mereka serta pemanfaatan teknologi untuk terhubungan satu sama lainnya dan untuk mencari informasi kesehatan. Penelitian ini merupakan survei yang ditujukan untuk menanyakan tentang perilaku seksual, pemeriksaan kesehatan seksual, relasi, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Seksi studi kerjasama antara The Kirby Institute di UNSW Sydney, Australia dan Universitas Udayana ini, diawali dengan pertemuan Dr. Benjamin Bavinton yang berkoordinasi dengan direktur CPHI dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH mengenai Seksi Studi di tahun 2019.

Data dan informasi dari survei ini akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program dan layanan kesehatan khususnya HIV dan IMS di kalangan komunitas Gay, Waria dan LSL di Bali.

ByCPHI Unud

Bondowoso Melesat, Tagline Unggulan Kabupaten Bondowoso Mencapai Kabupaten Yang Mandiri Ekonomi, Lestari, Sejahtera, Adil dan Terdepan

Tanggal 23 Mei 2019, Tim CPHI tiba di Bondowoso untuk memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti di Hotel Ijen View bersama dengan beberapa perwakilan OPD terkait dan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan workshop ini berlangsung di tengah-tengah bulan puasa dengan antusias aktif dari para peserta yang hadir. Skeitar 14 orang hadir untuk bersama-sama menemukan sumbatan-sumbatan yang menghambat implementasi 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui dan stategi yang akan dilakukan kedepannya untuk mengatasi permasalahan ini dengan kerjasama lintas sektor.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dalam memberikan sambutan dan memaparkan mengenai cakupan ASI di Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa pihak dinas berkomitmen kedepannya untuk lebih gencar menyusun program kesehatan yang mendukung ASI dan sosialisasi 10 LMKM lebih gencar kepada para petugas kesehatan dan juga masyarakat.

Disamping itu, dalam workshop ini juga dihadiri oleh perwakilan rumah sakit yang menyampaikan bahwa dari hasil asesmen 10 LMKM yang menunjukkan persentase IMD masih rendah di fasilitas kesehatan ini, akan diupayakan kedepannya agar dapat lebih baik lagi dengan mensosialisasikan peraturan  mengenai hak/kewajiban tenaga kesehatan dan ibu, serta mengawasi penggunaan susu formula di fasilitas layanan kesehatan sehingga peredarannya dapat dikendalikan.

Hal ini juga dukungan dari OPD-OPD terkait yang mengusulkan akan memperbaiki sistem monitoring dan evaluasi serta mengadakan pelatihan untuk tenaga non-medis guna menunjang akses kesehatan masyarakat di posyandu dan juga kelas-kelas mendukung meningkatkan target capaian 10 LMKM.

Sehingga dengan berbagai strategi yang telah dihasilkan dari diskusi workshop ini dapat mencapai cita-cita Kabupaten Bondowo yang semakin Melesat yang menjadi tagline unggulan dari Kabupaten Bondowoso.

 

ByCPHI Unud

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan & Penanggulangan Stunting di Kabupaten Trenggalek

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Bondowoso, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).

Trenggalek 20-21 Mei 2019- Kabupaten Trenggalek dengan persentase Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang masih rendah di fasilitas layanan kesehatan ini berupaya untuk merencanakan program yang berfokus pada IMD di layanan kesehatan kedepannya. Cita-cita menjadi Kabupaten SDGs ini pula yang menjadi tujuan utama dalam penerapan perbaikan dan memaksimalkan program-program sayang ibu dan anak di rumah sakit. Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Trenggalek dilaksanakan di Kantor Bappeda Kabupaten Trenggalek. PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, district coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Tim Center for Public health innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM dan Asesmen Stunting yang bulan lalu dilakukan oleh tim peneliti dan enumerator lokal. Adapun hal-hal yang dihasilkan pada workshop hari pertama adalah sumbatan atau sumber-sumber masalah yang Kabupaten Trenggalek hadapi terkait implementasi 10 LMKM, akar penyebab masalah dari 10 langkah yang ada di komponen-komponen 10 LMKM Strategi yang akan dilakukan kedepannya, pelaksana yang kana bertanggung jawab serta terlibat didalamnya sampai pada perencanaan alokasi dana yang akan mendukung.

Kegiatan hari pertama ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang dihadiri oleh berbagai OPD terkait dan juga fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Trenggalek. Para peserta saling berdiskusi mengenai strategi kedepannya dan merencanakan untuk memperkuat kebijakan agar dapat mencapai harapan semua pihak untuk menuju target nasional dimana di tahun 2019 ini dapat mencapai kabupaten SDGs.

Sedangkan pada hari kedua berfokus kepada strategi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Trenggalek menghasilkan solusi-solusi terkait strategi untuk menangani maraknya penggunaan susu formula di masyarakat dengan cara menerapkan surat perjanjian dari tenaga kesehatan dengan ibu dari anak jika susu formula benar-benar dibutuhkan berdasarkan resep dari tenaga kesehatan yang menangani. Hal ini mengacu dari salah satu pengalaman dari Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek. Selain itu pula akan semakin digalakkan lagi strategi untuk memaksimalkan kelas calon pengantin mengingat pernikahan dini masih cukup tinggi di Kabupaten Trenggalek. Para OPD terkait dan fasilitas layanan kesehatan berkomitmen untuk bersama-sama dalam menyusun program yang lebih baik kedepannya untuk mencegah dan menanggulangi stunting di Kabupaten Trenggalek.

ByCPHI Unud

Research Project

Focuses on areas of Public Health research that are fundamental importance to the development and improving health care statues across Indonesia.

ByCPHI Unud

Audiensi Tim CPHI dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Bali

Tim Center for Public Health Innovation (CPHI) melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Bali. Audiensi ini dilakukan terkait dengan program penguatan intervensi suplementasi gizi kerjasama antara CPHI FK Unud yang ditunjuk oleh Direktorat Gizi Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini adalah program pendampingan terkait dengan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Gianyar.

ByCPHI Unud

Tim CPHI Menfasilitasi Penyusunan PBB di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur

Setelah dari Kabupaten Probolinggo, Tim Center for Public Health Innovation bertolak ke Kabupaten Trenggalek untuk kembali memfasilitasi Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) untuk Kabupaten trenggalek berdasarkan hasil dari Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) dan Asesmen Stunting yang bulan lalu dilakukan oleh tim peneliti dan enumerator lokal.

Adapun hal-hal yang dihasilkan pada Workshop hari pertama adalah sumbatan atau sumber-sumber masalah yang Kabupaten Trenggalek hadapi terkait implementasi 10 LMKM, Akar penyebab masalah dari 10 langkah yang ada di komponen-komponen 10 LMKM Strategi yang akan dilakukan kedepannya, pelaksana yang kana bertanggung jawab serta terlibat didalam nya sampai pada perencanaan alokasi dana yang akan mendukung.

Kegiatan hari pertama ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang hadari dari berbagai OPD terkait dan juga fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Trenggalek. Para peserta saling berdiskusi mengenai strategi kedepannya dan merencanakan untuk memperkuat kebijakan agar dapat mencapai harapan semua pihak untuk menuju target nasional dimana di tahun 2019 ini dapat mencapai kabupaten SDGs.