Monthly Archive June 2019

ByCPHI Unud

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan & Penanggulangan Stunting dan Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Jember

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Jember, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM)

Jember 26-27 Juni 2019- Kabupaten Jember dengan persentase InisiasiMenyusu Dini (IMD) yang masih rendah di fasilitas layanan kesehatan ini berupaya untuk merencanakan program yang berfokus pada IMD di layanan kesehatan kedepannya. Cita-cita menjadi Kabupaten SDGs ini pula yang menjadi tujuan utama dalam penerapan perbaikan dan memaksimalkan program-program sayang ibu dan anak di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Jember dilaksanakan di Meeting Room Avenue 4, Hotel 88 Jember. PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, district dan technical coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Desa, Akademi Kebidanan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Jember.

Tim Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM dan Asesmen Stunting yang bulan lalu dilakukan oleh tim peneliti dan enumerator lokal yang sebelumnya telah direkrut.

Kegiatan hari pertama (26/6/2019) disambut dengan antusias oleh para peserta yang dihadiri oleh berbagai OPD terkait dan juga fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Jember. Para peserta saling berdiskusi mengenai strategi kedepannya dan merencanakan untuk memperkuat kebijakan agar dapat mencapai harapan semua pihak untuk menuju target nasional dimana di tahun 2019 ini dapat mencapai kabupaten SDGs.

Adapun hal-hal yang dihasilkan pada workshop hari pertama adalah sumbatan atau sumber-sumber masalah yang Kabupaten Jember hadapi terkait implementasi 10 LMKM, akar penyebab masalah dari 10 langkah yang ada di komponen-komponen 10 LMKM, diantaranya yaituadanya kendala dalam sistem monev (monitoring evaluasi) yang saat ini belum berjalan dengan baik bahkan sama sekali belum berjalan yang dikarenakan belum terdapatnya aturan yang mengikat mengenai pelaksanaan monev, serta terbatasnya anggaran dana dan jumlah SDM di lapangan. Berdasarkan masalah yang ditemukan pada hari pertama ini, terdapat strategi yang telah disepakati bersama yaitu untuk melakukan revisi pada peraturan bupati dan melakukan pengembangan terhadap sistem sosialisasi program dan monev baru yang lebih teratur dan jelas pelaksanaannya.

Sedangkan pada hari kedua berfokus kepada strategi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Jember menghasilkan solusi-solusi terkait strategi untuk segera melaksanakan 8 aksi konvergensi penurunan stunting yang akan diawali dengan pelaksanaan verifali data yang akan dilakukan lintas OPD pada akhir bulan Juli ini agar kemudian dapat dilanjutkan ke dalam tahap rembuk stunting. Adapun inovasi yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten Jember dengan menghidupkan kembali peran pemuda yaitu karang taruna di setiap wilayah serta pembentukan Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang akan menjadi sistem informasi terpadu setiap desa yang saat ini telah berjalan sebanyak 50 Puskesos sebagai tahap awal pengembangannya.

Para OPD-OPD terkait dan fasilitas layanan kesehatan berkomitmen untuk bersama-sama dalam menyusun program yang lebih baik kedepannya untuk mencegah dan menanggulangi stunting dan meningkatkan capaian ASI Eksklusif di Kabupaten Jember.

ByCPHI Unud

Work With Us

QUANTITATIVE RESEARCHER

Qualification:

  • At least holds a master’s degree in Public Health (Epidemiology and or Statistics is preferable) or relevant discipline
  • A strong interest in conducting quantitative public health research
  • Some experience in data collection and field survey
  • Familiarity in using STATA/SPSS for public health research
  • Familiarity in managing and using large data sets
  • Good communication and negotiation skills
  • Good writing skills and able to write academic reports and popular articles in Bahasa and English
  • Good teamwork and able to coordinate
  • Ability to multitask and work under tight deadlines with minimal supervision

Job Responsibilities

  • While projects are in the planning stages, research officers and consultant work with team members to identify project goals, research methods, variables, and other test parameters. They also choose how to collect data and offer recommendations on evaluating the project. Research officers and consultant often make research schedules to monitor the activities of research teams.
  • During the research project, officers and consultant usually review gathered research and analyze various sets of data. They might also interpret data and start writing reports. Many research officers and consultant also verify that information on databases remains secure, as well as ensure that all team members complete their tasks and work cooperatively with the team.
  • Supervise research projects from the early planning stages to project completion, communicate with team members and verify that all projects and tasks are on schedule. Interpret data and start writing reports with other researchers, prepare data entry system and data cleaning protocols. This includes supervising data entry personnel and conducting data cleaning.
  • As well as recruit some field assistants (enumerator) and train them to collect quantitative data using the software.
  • Coordinate all enumerators to do surveys, ensuring compatibility and enabling relevant data to be merged across surveys, including ensuring the ability to merge primary data with secondary data from STATA and SPSS.
  • Document data collected by the team and develop relevant database structure. This varies by project needs.

Benefit:

  • Monthly salary
  • Bonus based on the project involved
  • Related training needed for self-development (Database management, N-Vivo, etc)
  • Networking with experts

Current & Upcoming Project at CPHI, FK Universitas Udayana

You have a huge opportunity to be part of one or more of these projects:

  • Regular Survey regarding patient and community satisfactory as well as health service quality at Hospitals & Health Centers along Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, etc.
  • Survey Kesehatan Seksual Indonesia (SEKSI) Studi, a collaborative study between Kirby Institute & CPHI in order to explore health behavior, social engagement and HIV prevention among the high-risk population in Bali.
  • Partner Notification (PN) implementation among People living with HIV (PLWH), a collaborative study between Kirby Institute & CPHI, which is aimed to strengthen PN implementation in 5 districts such as Denpasar, DKI Jakarta, Semarang, Surabaya, and Makasar.
  • A pilot cohort study of HIV and STI prevention among the high-risk population in Bali, in collaboration with Kirby Institute of NSW Australia.
  • Community-Based testing of HIV using oral fluid, supported by UNFPA
  • Community-based program on the prevention and program synergy of stunting in Gianyar district, supported by the Ministry of Health.
  • Electronic medical record development project in collaboration with the District Health Office of Badung, Bali

Further inquiries: +6285829616077; Drop us an mail: cphi.unud@gmail.com

ByCPHI Unud

Work With Us

MEDICAL SCIENTIST 

Qualification: 

  • At least holds a Bachelor’s Degree in Medical Science (MD)
  • A strong interest in conducting public health research, MD with a master’s in Public Health related degree is preferable
  • Design and conduct studies that investigate both human diseases and methods to prevent and treat them
  • Some experience in prepare and analyze medical samples and data
  • Familiarity in managing quantitative data and the ability to use data processing tools (STATA/SPSS/) is preferable
  • Good communication and negotiation skills
  • Good writing skills and able to write academic reports and popular articles in Bahasa and English
  • Good teamwork and able to coordinate
  • Ability to multitask and work under tight deadlines with minimal supervision

Job Responsibilities

  • Design and oversee extensive studies aimed at investigating, preventing and treating human disease through applying analytical and complex problem-solving skills.
  • Conduct research to develop methodologies, instrumentation, and procedures for medical application, analyzing data and presenting findings
  • Conduct trials and research to determine the best methods, procedures, and instrumentation for medical application depending on the goal of the individual research trial
  • Gather, analyze and interpret data according to study goals, and compile results for a clear view of study outcomes in preparation for publication
  • Study the physiological processes and health of humans to gain a deeper understanding of how the body behaves when presented with disease and injury
  • Write, edit and publish research findings in scientific journals and, potentially, journals aimed at the general public
  • Evaluate how drugs, gases parasites, pesticides, and microorganisms affect the human body at different levels of exposure
  • Work independently and as a team leader to complete both medium and large complex projects on specific timelines
  • Conduct studies that investigate human diseases and methods of preventive care and treatment of diseases
  • Work with health departments, industry personnel, and physicians to develop programs that improve health outcomes
  • Apply for funding from government agencies and private funding sources, by writing research grant proposals

Benefit:

  • Monthly salary
  • Bonus based on the project involved
  • Related training needed for self-development (Database management, N-Vivo, etc)
  • Networking with experts

Current & Upcoming Project at CPHI, FK Universitas Udayana

You have a huge opportunity to be part of one or more of these projects:

  • Regular Survey regarding patient and community satisfactory as well as health service quality at Hospitals & Health Centers along Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, etc.
  • Survey Kesehatan Seksual Indonesia (SEKSI) Studi, a collaborative study between Kirby Institute & CPHI in order to explore health behavior, social engagement and HIV prevention among the high-risk population in Bali.
  • Partner Notification (PN) implementation among People living with HIV (PLWH), a collaborative study between Kirby Institute & CPHI, which is aimed to strengthen PN implementation in 5 districts such as Denpasar, DKI Jakarta, Semarang, Surabaya, and Makasar.
  • A pilot cohort study of HIV and STI prevention among the high-risk population in Bali, in collaboration with Kirby Institute of NSW Australia.
  • Community-Based testing of HIV using oral fluid, supported by UNFPA
  • Community-based program on the prevention and program synergy of stunting in Gianyar district, supported by the Ministry of Health.
  • Electronic medical record development project in collaboration with the District Health Office of Badung, Bali

Further inquiries: +6285829616077; Drop us an mail: cphi.unud@gmail.com

ByCPHI Unud

Analisa Masalah Stunting Di Kabupaten Gianyar Pada Workshop Program Pendampingan Pencegahan Dan Penaggulangan Stunting Di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali

Pendampingan Sebagai Upaya Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Gianyar, Para OPD secara interaktif Menuliskan Permasalahan yang dihadapi di Lapangan dan mendiskusikan bersama-sama langkah kedepan untuk menanggulangi dan mencegah stunting di Kabupaten Gianyar.

Center  for Public Health Innovation menyelenggarakan workshop hari kedua dengan Tema Analisa Masalah dan Strategi yang akan dilakukan kedepannya di Program Pendampingan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Gianyar.

Acara workshop kedua ini menghadirkan Dr.dr. Lanang Sidartha, SpA(K) selaku pembicara mengenai “Tumbuh kembang anak, Penentuan stunting pada anak, intervensi/ tata laksana pencegahan dan penanggulangan stunting” tersebut diadakan di Ruang Pertemuan dr. AA Made Djelantik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan dihadiri oleh Perwakilan Bupati Gianyar, Para OPD di Lingkungan Kabupaten Gianyar seperti Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Fasilitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Gianyar, dan Perguruan Tinggi/Institusi Pendidikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menyampaikan mengenai Gambaran umum dan prevalensi kejadian stunting di Kabupaten Gianyar dan Bappeda Kabupaten Gianyar memaparkan mengenai Program Intergrasi Penurunan Stunting di Kabupaten Gianyar. Kemudian dilanjutkan dari pihak Center for Public Health Innovation FK Universitas Udayana yang menyampaikan mengenai peran pendampingan Perguruan Tinggi di Kabupaten Gianyar dalam mencegah dan menanggulangi stunting.

Sesi dilanjutkan dengan perumusan masalah yang difasilitasi oleh tim CPHI dimana para OPD diharapkan dapat menuliskan dan mendiskusikan masalah yang selama ini dihadapi oleh masing-masing OPD dalam menangani permasalahan stunting di lapangan.

Para OPD secara aktif dan interaktif menuliskan dan menempelkan prioritas masalah yang dihadapi masing-masing OPD dan rencana aksi yang akan dilakukan kedepannya dalam program pendampingan di Kabupaten Gianyar.

Dari hasil diskusi beberapa permasalahan seperti terdapat sharing data yang belum optimal diantara para OPD di Kabupaten Gianyar (data By Name-By Address) yang belum diikuti dengan rekomendasi/intervensi. Terdapat juga permasalahan mengenai pemberian PMT (MPASI) yang belum bervariasi dan belum tepat sasaran di posyandu. Pengetahuan kader yang masih minim serta fasilitas posyandu yang belum memadai.

Bappeda Kabupaten Gianyar dan Dinas Kesehatan berharap kedepannya para OPD di lingkungan Kabupaten Gianyar dapat bekerjasama dan besinergi dalam program pendampingan ini sehingga dapat menurunkan angka stunting di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Gianyar.

 

 

 

ByCPHI Unud

Workshop Penyamaan Persepsi Perguruan Tinggi Pada Program Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali

Terkait dengan program prioritas nasional menurunkan angka stunting, Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengadakan Workshop Penyamaan Persepsi Perguruan Tinggi Pada Program Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Gianyar.

20 Juni 2019 Denpasar, Bali – Center  for Public Health Innovation telah menyelenggarakan workshop dengan Tema pemahaman Penurunan Stunting, Internalisasi Konsep, dan Rencana Aksi Program Pendampingan. Internalisasi konsep dan Rencanan Pendampingan.  Acara workshop ini menghadirkan Perwakilan Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI &  Institusi Gizi Indonesia (IGI) selaku pembicara tersebut diadakan di Ruang Pertemuan dr. AA Made Djelantik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; Dr. dr I Ketut Suyasa, Sp.B., SpOT (K), Para Koordinator Program Studi Fakultas Kedokteran, Para Ketua Lembaga dan Ketua Departemen di Lingkungan Universitas Udayana, DPRD Komisi IV, Para OPD di Lingkungan Kabupaten Gianyar, Fasilitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Gianyar, Organisasi Profesi seperti Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia & Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Provinsi Bali, Persagi Kabupaten Gianyar dan Perguruan Tinggi/Institusi Pendidikan.

Wokshop dibuka langsung oleh Rektor Universitas Udayana; Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) dan diawali dengan pemaparan materi mengenai Peran Perguruan Tinggi dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Gianyar. Beliau juga menyampaikan bahwa Universitas Udayana mendukung penuh dan berkomitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten Gianyar dalam merespon program nasional dalam mencegah dan menanggulangi stunting.

Selanjutnya, materi inti disampaikan langsung oleh Institusi Gizi Indonesia (IGI) Prof. Soekirman PhD mengenai Persamaan persepsi tentang Stunting; mencakup pengertian/definisi, luasnya masalah, faktor penyebab langsung dan tidak langsung, dampak negatif bagi individu, keluarga dan bangsa, serta upaya pencegahannya

Kemudian dilanjutkan dengan Bapak Dahklan Choeron perwakilan dari Direktorat Gizi Kesehatan Masyarakat Bapak Dakhlan Choeron mengenai Penanggulangan Stunting Tingkat Kabupaten dan Faktor-Faktor Yang Berpotensi Mengatasi Permasalahannya.

Menyikapi visi Presiden Joko Widodo mengenai Indonesia yang berkomitmen dalam perbaikan gizi masyarakat, khususnya mengatasi masalah stunting pada pembangunan nasional sekaligus pada pembangunan di tingkat global. Stunting adalah masalah pembangunan yang kompleks, dan terkait dengan kemiskinan, kelaparan dan kurang gizi, kesehatan ibu dan anak, penyakit, pendidikan, kondisi lingkungan dan sanitasi, serta keamanan pangan dan gizi. Penanggulangan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor, lintas disiplin serta lintas pelaku

Pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota, bertanggungjawab atas pencegahan dan penanggulangan stunting. Untuk itu pemerintah perlu memastikan program lintas sektor dilaksanakan secara konvergen dan efektif. Namun demikian upaya ini masih menghadapi berbagai tantangan diantaranya perbedaan persepsi antar pihak terkait terhadap masalah stunting dan masalah gizi pada umumnya, masalah koordinasi, dan kualitas SDM. Dalam kaitan ini Universitas Udayana yang bekerjasama dengan Direktorat Gizi Masyarakat dapat membantu mengatasi masalah pemahaman tersebut serta mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program penanggulangan stunting oleh pemerintah, khususnya di Kabupaten Gianyar.

Berdasarkan pertimbangan tersebut Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan RI (Ditzi) menjalin kerja sama dengan 17 Perguruan Tinggi (PT), berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Operasional (SPKO) 2019, untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah kabupaten dalam mengelola program penanggulangan stunting. Universitas Udayana sendiri, dipercaya oleh Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan pendampingan di Kabupaten Gianyar dalam mengelola program stunting. Sehingga melalui workshop yang akan berlangsung selama dua hari ini diharapkan dapat mencapai tujuan bersama yaitu : 1)Menyamakan persepsi pada masing-masing Perguruan Tinggi (PT) tentang Stunting; mencakup pengertian/definisi, luasnya masalah, faktor penyebab langsung dan tidak langsung, dampak negatif bagi individu, keluarga dan bangsa, serta upaya pencegahannya. 2) Menjelaskan kepada PT strategi Pemerintah menurunkan persentase balita stunting secara nasional dari 30.8% tahun 2018 menjadi 23.8% (target rendah) atau 19% (target tinggi) tahun 2024 sebagaimana ditetapkan pada Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas Stunting) 2018-2024.  Stranas antara lain menetapkan 100 kabupaten prioritas tahun 2018, menjadi 160 tahun 2019 dan menjadi 260 kabupaten tahun 2020. 3) Menjelaskan peran pendampingan oleh PT untuk memberdayakan (capacity building) aparat  pemerintahan daerah, tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi  juga sektor-sektor terkait lainnya. Hal ini dilakukan PT untuk pemerintah daerah melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan intervensi penanggulangan stunting terutama pada periode 1000 HPK. Perlu dipahami bahwa personil PT tidak melakukan kegiatan pelayanan langsung kepada masyarakat dan tidak mengambil alih tugas aparat daerah dalam menanggulangi masalah stunting di daerahnya.

Dengan adanya kegiatan Workshop ini, Universitas Udayana melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi akan bersinergi secara nyata dengan membuat Pusat Pengembangan Stunting di Universitas Udayana. Tidak hanya berperan dalam pendampingan tetapi juga banyak penelitian yang dapat dilakukan terkait masalah stunting. Sehingga dapat menjadi upaya aktif perguruan tinggi untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Gianyar, dimana harapannya ditahun 2045 angka stunting dapat menurun secara signifikan. Semoga dengan program ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi para pemangku kebijakan di Kabupaten Gianyar.

Menuju pungkasnya acara workshop hari pertama ini, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyampaikan semoga kedepannya FK Universitas Udayana dapat menjadi leading sektor yang dapat berpartisipasi & berkontribusi aktif dalam mengatasi masalah kesehatan di masyarakat khususnya masalah stunting di Kabupaten Gianyar, untuk derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik kedepannya.

 

 

 

 

 

 

ByCPHI Unud

Rapat Koordinasi CPHI dengan Para OPD di Bappeda Kabupaten Gianyar

11 Juni 2019, Tim CPHI FK Universitas Udayana menghadiri rapat koordinasi bersama dengan para OPD, rapat ini dimaksudkan dalam rangka kegiatan pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di desa lokus stunting di Kabupaten Gianyar.

Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar yang juga menyampaikan mengenai permasalahan dan program-program yang selama ini di upayakan oleh Kabupaten Gianyar dalam mengatasi stunting. Beliau menuturkan bahwa di Kabupaten Gianyar telah dibentuk tim stunting berdasarkan SK Bupati yang selama ini bergerak dalam penanggulangan dan pencegahan stunting di gianyar. Selama ini sudah terdapat beberapa kegiatan seperti seminar, sosialisasi mengenai stunting namun tidak dapat dipungkiri walapun angka stunting menurun dari tahun 2013 sampai tahun 2018, Kabupaten Gianyar masih dikategorikan sebagai salah satu kabupaten lokus stunting di bali.

Kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan yang melaporkan mengenai kondisi stunting di Kabupaten Gianyar dari segi kesehatan yang ditemukan dilapangan. Beliau juga menyampaikan mengenai intervensi-intervensi yang telah dilakukan sejauh ini dalam upaya meningkatkan status gizi anak khususnya terkait dengan stunting.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar memberikan respon positif terhadap program pendampingan intervensi gizi yang akan dilakukan di Kabupaten Gianyar terhadap 10 desa lokus stunting dari Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan CPHI beserta para OPD terkait.

BPKP Provinsi Bali yang menjadi tim independent yang akan melakukan evaluasi dan pengawasan pun menyampaikan mengenai hal-hal yang wajib untuk dilakukan kedepannya terkait dengan pentingnya pendataan secara akurat dan dapat dipercaya sehingga dapat menjadi bahan untuk melihat apakah program tepat sasaran atau tidak. Data yang bagus by NIK by Address akan sangat membantu dalam melihat kinerja program di lapangan dan penyusunan proram kedepannya agar dapat tercapai tujuan utama yaitu tidak ada lagi stunting di Kabupaten Gianyar.

Jadi saran dari pihak BPKP menyebutkan bahwa kedepannya hendaknya lebih intensif lagi menaruh perhatian terhadap pengambilan data yang baik serta difokuskan kepada anak sejak dini terutama pemberian makanan tambahan di posyandu sesuai dengan kebutuhan intervensi yang sesuai.

Selain OPD diatas, terdapat juga OPD dari PMD yang hadir dalam rapat koordinasi kali ini, mengingat permasalahan stunting merupakan permasalahan yang harus diselesaikan secara lintas sektor.

Direktur CPHI menyampaikan bahwa konsep, data, intervensi yang menjadi tiga fokus utama yang akan didiskusikan lebih lanjut. Data penanggulangan diperlukan untuk menetapkan intervensi yang tepat. Program pendampingan ini dimaksudkan agar nanti para kader di posyandu mampu melakukan pengukuran yang lebih baik dan membantu dalam pendataan di lapangan untuk menyediakan data yang akurat. Perbaikan pendataan di lapangan akan sangat bermanfaat kedepannya sehingga intervensi-intervensi dapat dilakukan dengan lebih baik secara berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing.