Author Archive CPHI Unud

ByCPHI Unud

Research Project

Assessment of 10 successful breastfeedings and stunting in East Java collaborate with GAIN Indonesia.

ByCPHI Unud

Center for Public Health Innovation

CPHI FK Unud is a Center for Public Health Innovation whose activities focus on providing research in the public health sector.

ByCPHI Unud

NVivo Training

Bagi teman-teman yang ingin mengikuti pelatihan kualitatif menggunakan software NVivo, silahkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui link pendaftaran di bawah ini.
Pelatihan akan dimulai apabila jumlah peserta telah memenuhi kuota yakni 2o orang.

Klik–> https://bit.ly/NviVoreg19

Please click and join us!

 

ByCPHI Unud

Mendeley Workshop

Kegiatan Tim CPHI FK Unud dalam memberikan workshop mengenai penulisan literature review dan penggunaan program Mendeley bagi mahasiswa baru angkatan 2018 Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana. Workshop sehari ini dilaksanakan pada tanggal 22 September 2018 di ruang kuliah 2.03 gedung Pascasarjana Universitas Udayana. Pelaksanaan workshop ini bertujuan untuk membekali mahasiswa agar mereka mampu melakukan pencarian literature review yang benar dan relevan dengan penelitian maupun tugas-tugas yang akan diselesaikannya nanti selama masa perkuliahan. Selain itu, mahasiwa angkatan 2018 ini juga diberikan pengenalan program aplikasi Mendeley yang dapat digunakan untuk memudahkan para mahasiswa dalam menulis daftar pustaka secara otomatis.

ByCPHI Unud

Work with Us

LOWONGAN ENUMERATOR SURVEY 

Dibutuhkan 15 orang tenaga enumerator untuk melakukan pengumpulan data di RSUP Sanglah
Diutamakan bagi :
1. mahasiswa/alumni kesehatan
2. memiliki smartphone (android atau ios) keluaran 2013 ke atas
3. bersedia smartphone-nya digunakan sebagai alat pengumpul data
4. berdomisili di wilayah Denpasar dan sekitarnya
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
krisma (wa) : 085935194000

Batas pendaftaran Selasa, 14 Agustus 2018

Klik link di bawah ini untuk melakukan pendaftaran:

https://goo.gl/forms/JjjHKhUlbFKI7AHr1

ByCPHI Unud

SEKSI Studi 2018

SURVEI KESEHATAN SEKSUAL INDONESIA (SEKSI) STUDI 2018

Seksi Studi atau Survei Kesehatan Seksual Indonesia dilakukan untuk mengetahui tentang komunitas laki-laki gay, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dan waria di Bali, termasuk kedadaan kesehatan seksual dikalangan mereka serta pemanfaatan teknologi untuk terhubungan satu sama lainnya dan untuk mencari informasi kesehatan. Penelitian ini merupakan survei yang ditujukan untuk menanyakan tentang perilaku seksual, pemeriksaan kesehatan seksual, relasi, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Penelitian ini dilaksanakan oleh dr. Pande Januraga and I Gusti Agung Agus Mahendra yang merupakan peneliti di Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana, Bali, Indonesia, yang bekerjasama dengan Dr. Benjamin Bavinton dan Professor Andrew Grulich dari the Kirby Institute di UNSW Sydney, Australia. Penelitian ini dibiayai oleh Universitas Udayana dan Kirby Institute.
Kriteria responden dalam penelitian ini yakni sebagai berikut:

  • Mereka yang berfikir bahwa diri mereka adalah “gay”, “biseksual”, “LSL”, “waria”, atau mereka adalah seorang laki-laki/waria yang pernah berhubungan seksual dengan laki-laki/waria lainnya dalam 12 bulan terakhir
  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Tinggal secara permanen di Bali atau telah tinggal dan memiliki rencana menetap di Bali setidaknya selama 6 bulan
  • Mampu mengisi kuisioner survei dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.

Pada tanggal 1 Maret 2018 lalu, telah dilaksanakan pelatihan petugas perekrut yang nantinya akan bertugas untuk kegiatan promosi dan rekrutmen responden penelitian, serta sebagai pengawas dan pendamping dalam pengisian dan pengunggahan kuesioner survei. Kegiatan pelatihan dilakukan di Hotel Grand Mirah Denpasar. Sebanyak 33 orang terlibat dalam pelatihan ini yang mana berasal dari 4 yayasan dan klinik yang berkecimpung di bidang penjangkauan dan pendampingan komunitas Gay, Waria dan LSL di bali. Yayasan tersebut adalah Yayasan Gaya Dewata, Yayasan Bali Peduli, Yayasan Kerti Praja serta Klinik Bali Medika. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersipkan petugas perekut sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan. Selain melibatkan yayasan dan klinik, CPHI sebagai pelaksana juga melibatkan beberapa komunitas LGBT dan tempat-tempat hiburan yang didominasi pelanggannya adalah laki-laki termasuk laki-laki gay dan atau LSL serta waria. Pelatihan yang dilakukan tidak hanya memberikan informasi dari pembicara saja melainkan juga melibatkan partisipasi peserta untuk melakukan role play sebagai bagian dari melatih para petugas perekrut saat melakukan perekrutan.

Sebanyak 600 sampai 700 responden direncanakan untuk berhasil direkrut dan mengisi kuesioner survei, dimana responden diharapkan bervariasi baik secara usia, asal, ras serta perilaku seksual. Data dan informasi dari survei ini akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program dan layanan kesehatan khususnya HIV dan IMS di kalangan komunitas Gay, Waria dan LSL di Bali. Kedepannya, survei ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, guna memenuhi kebutuhan data dan informasi dikalangan gay, waria dan LSL secara reguler. Tidak menutup kemungkinan pula, kedepannya SEKSI studi tidak hanya dilakukan di Bali, melainkan di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

 

ByCPHI Unud

Research Conducted in East Java and East Nusa Tenggara

Pada awal tahun 2018 ini, CPHI berkesempatan untuk melakukan penelitian di dua provinsi di Indonesia yakni Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian yang dilakukan merupakan hasil kerja sama antara Nutrition International (NI) dengan CPHI untuk melakukan formative evaluation terhadap program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang merupakan program milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formative evaluation yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan informasi bagi pengembangan model KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang tepat sasaran bagi remaja putri di dua provinsi yang berbeda dengan karakteristik penduduk yang juga berbeda satu sama lainnya.

Lokasi penelitian untuk di Jawa Timur berada di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Ngawi. Pemilihan dua lokasi tersebut didasarkan atas karakteristik dan budaya masyarakat yang berbeda, sebagai contoh masyarakat di Situbondo merupakan masyarakat yang kental dengan budaya madura sementara di Ngawi lebih mengarah ke budaya jawa. Perbedaan budaya tersebut secara tidak langsung mempengaruhi pola pemikiran, perilaku serta kebiasaan masyarakat didalamnya. Selain faktor budaya, faktor lain yang juga mendasari pemilihan di dua kabupaten tersebut yakni jumlah sekolah dan ketersediaan infrastruktur fasilitas kesehatan. Sementara untuk di Nusa Tenggara Timur, penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Manggarai Barat.

Proses pengumpulan data tidak hanya melibatkan siswa remaja putri di SMA sebagai penerima program TTD, namun penelitian ini juga menyasar kelompok lainnya seperti orang tua remaja putri, siswa laki-laki, guru, kepala sekolah, guru UKS, tenaga kesehatan hingga pemuka agama setempat. Terlibatnya remaja laki-laki hingga tokoh agama setempat sebagai partisipan penelitian dianggap dapat memberikan informasi pendukung yang dapat meningkatkan motivasi remaja putri untuk mau menerima dan mengonsumsi TTD serta untuk melihat hambatan yang mungkin muncul. Selain itu, hal ini dilakukan guna melihat peran lintas sektor yang terlibat dalam pelaksanaan program dan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program TTD ini dapat diterima dengan baik serta dipahami maksud dan tujuannya bagi masa depan remaja putri.

Selain melakukan pengumpulan data, tim CPHI juga berkesempatan untuk menikmati indahnya pesona alam kepulauan Nusa Tenggara Timur seperti kepulauan padar di Manggarai Barat, danau asin di Weekuri Sumba Barat Daya, desa tradisional di Praijing Sumba dan hamparan pantai yang mampu melepas penat sekaligus mengembalikan semangat para tim untuk melakukan pengolahan data setiba di Bali.

ByCPHI Unud

Statistic Training

PELATIHAN STATISTIK STAF RSUP SANGLAH

Kegiatan pelatihan statistik RS dilakukan untuk melatih staf RS khususnya staf penjamin mutu dalam menyelenggarakan indikator-indikator pelayanan kesehatan. Pelatihan statistik RS dilakukan pada 9 dan 10 Nopember 2017 dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang staf manajemen di lingkungan RSUP Sanglah Denpasar. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan RSUP Sanglah untuk menjamin bahwa staf yang mengikuti pelatihan nantinya mampu merumusukan metode yang tepat pada survey mandiri yang dilakukan, pengolahan data hingga membuat keputusan dari hasil analisa. Untuk memastikan peserta paham dengan materi dan proses penentuan metode penelitian yang tepat, maka contoh kasus diambil langsung dari permasalahan yang terkait dengan indikator penilaian yang dimiliki oleh pihak RSUP Sanglah.

Terdapat sesi khusus yang diadakan dalam pelatihan statistik untuk RS. Sesi tersebut adalah sharing pengalaman dan diskusi tentang pelaksanaan Penelitian Manajemen RS. Sharing session difasilitasi oleh fasilitator yang berkompeten dalam bidang statistik yakni dr. Tangking Widarsa dan beberapa dosen PS Kesehatan Masyarakat dengan konsentrasi manajemen rumah sakit yang juga sering melakukan survei kepuasan RS. Dalam sharing session yang dilakukan, setiap peserta diberikan waktu untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi terkait dengan pengolahan data yang dimiliki, pengukuran indikator layanan, merumuskan survei yang tepat dan lain sebagainya.

PELATIHAN STATISTIK MAHASISWA DAN UMUM

Pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2017, CPHI sebagai pusat inovasi kesehatan masyarakat mengadakan Pelatihan Statistik untuk mahasiswa yang mana seluruh materi pelatihan diberikan oleh ahli/dosen biostatistika dan epidemiologi IKM FK Unud. Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan merupakan mahasiswa S3 Biomed FK Unud sebanyak 25 orang dengan 2 orang peserta umum yang juga memiliki latar belakang kesehatan. Materi pelatihan yang diberikan meliputi manajemen data dan statistik deskriptif dengan menggunakan software statistik.