Category Archive Research & Training

ByCPHI Unud

Tim CPHI Menfasilitasi Penyusunan PBB di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur

Setelah dari Kabupaten Probolinggo, Tim Center for Public Health Innovation bertolak ke Kabupaten Trenggalek untuk kembali memfasilitasi Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) untuk Kabupaten trenggalek berdasarkan hasil dari Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) dan Asesmen Stunting yang bulan lalu dilakukan oleh tim peneliti dan enumerator lokal.

Adapun hal-hal yang dihasilkan pada Workshop hari pertama adalah sumbatan atau sumber-sumber masalah yang Kabupaten Trenggalek hadapi terkait implementasi 10 LMKM, Akar penyebab masalah dari 10 langkah yang ada di komponen-komponen 10 LMKM Strategi yang akan dilakukan kedepannya, pelaksana yang kana bertanggung jawab serta terlibat didalam nya sampai pada perencanaan alokasi dana yang akan mendukung.

Kegiatan hari pertama ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang hadari dari berbagai OPD terkait dan juga fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Trenggalek. Para peserta saling berdiskusi mengenai strategi kedepannya dan merencanakan untuk memperkuat kebijakan agar dapat mencapai harapan semua pihak untuk menuju target nasional dimana di tahun 2019 ini dapat mencapai kabupaten SDGs.

 

 

ByCPHI Unud

Pemaparan Hasil Asesmen Stunting Dan Advokasi Kepada Bappeda Kabupaten Probolinggo.

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) dan Hasil Asesmen Stunting.

Hari kedua di Kabupaten Probolinggo, kegiatan memfasilitasi penyusunan Program Berbasis Bukti dibuka oleh Kepala Bidang Litbang Bappeda Kabupaten probolinggo; Ibu Umi Setyowati, SSi., MAP dan menyampaikan mengenai kondisi stunting di Kabupaten Probolinggo.

Tim peneliti Center for Public Health Innovation memaparkan mengenai hasil asesmen stunting yang disampaikan oleh Dr. Pande Januraga dan difasilitasi oleh Dr. Dinar SM Lubis dalam penyusunan rencana kegiatan serta strategi pelaksanaanya.

Hasil pertemuan selama dua hari ini mendapatkan kesepakatan rencana kegiatan berupa revisi terhadap peraturan gubernur untuk memperkuat implementasi 10 LMKM, SOP untuk mengatur ASI Eksklusif, Rawat gabung, IMD, dan perbaikan mekanisme monitoring & evaluasi yang melibatkan berbagai OPD serta fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga dari diskusi disepakati untuk adanya pelatihan staff LMKM (konselor ASI & Non-klinis), perekrutan SDM terutama dokter anastesi.

Adapun strategi rencana kegiatan dari hasil diskusi adalah dengan pertemuan lintas sektor terkait rencana penyusunan program, pelatihan SDM terkait, dan juga memenuhi kebutuhan masing-masing fasilitas layanan kesehatan secara lebih optimal.

Kepala Bappeda juga memaparkan bahwa rembug stunting akan dilaksanakan setelah PAK pada bulan Mei sampai dengan juni 2019 sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini akan dipimpin oleh Bappeda bersama dengan Dinas Kesehatan, Fasilitas Kesehatan dan beberapa OPD terkait.

Kepala Bappeda berharap melalui dialog dan diskusi diantara berbagai OPD terkait yang difasilitasi oleh Center for Public Health Innovation, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dapat menjadi salah satu strategi yang akan diadopsi nantinya sebagai usulan pembuatan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo.

Penyusunan Pembangunan Kesehatan kearah yang lebih baik ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif sehingga status gizi anak meningkat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo.

 

 

 

 

ByCPHI Unud

Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) & Stunting di Kabupaten Probolinggo

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).

Probolinggo, 16-17 Mei 2019- Sebagai daerah dengan angka kematian bayi tertinggi di provinsi Jawa Timur dan lokus stunting nasional, membuat pemerintah kabupaten probolinggo akan semakin gencar menyusun kebijakan strategis terkait upaya penurunan stunting di kabupaten probolinggo yang didukung oleh GAIN Indonesia dan Center for Public Health Innovation, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana dengan melaksanakan assesmen 10 LMKM sebagai salah satu entry point terkait dengan program penurunan stunting.

Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Probolinggo dilaksanakan pada tanggal 16-17 Mei 2019 yang dilaksanakan di Bappeda Kabupaten Probolinggo dibuka oleh Kepala Bappeda; Bapak Drs. H Tutug Edi Sutomo, MM.

PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, district coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Probolinggo. Adapun hal yang dibahas pada hari pertama pada tanggal 16 Mei 2019 adalah mengenai pemaparan hasil penilaian 10 LMKM serta penyusunan program berbasis bukti berdasarkan hasil asesmen tersebut. Kegiatan dilanjutkan tanggal 17 Mei 2019 yang membahas mengenai strategi untuk penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo.

Tim Center for Public health innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana juga memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM di Kabupaten Probolinggo. Hasil pertemuan selama dua hari ini mendapatkan kesepakatan rencana kegiatan berupa revisi terhadap peraturan gubernur untuk memperkuat implementasi 10 LMKM, SOP untuk mengatur ASI Eksklusif, Rawat gabung, IMD, dan perbaikan mekanisme monitoring & evaluasi yang melibatkan berbagai OPD serta fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga dari diskusi disepakati untuk adanya pelatihan staff LMKM (konselor ASI & Non-klinis), perekrutan SDM terutama dokter anastesi. Adapun strategi rencana kegiatan dari hasil diskusi adalah dengan pertemuan lintas sektor terkait rencana penyusunan program, pelatihan SDM terkait, dan juga memenuhi kebutuhan masing-masing fasilitas layanan kesehatan secara lebih optimal. Kepala Bappeda juga memaparkan bahwa rembug stunting akan dilaksanakan setelah PAK pada bulan Mei sampai dengan juni 2019 sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini akan dipimpin oleh Bappeda bersama dengan Dinas Kesehatan, Fasilitas Kesehatan dan beberapa OPD terkait.

Kepala Bappeda berharap melalui dialog dan diskusi diantara berbagai OPD terkait yang difasilitasi oleh Center for Public Health Innovation, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dapat menjadi salah satu strategi yang akan diadopsi nantinya sebagai usulan pembuatan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo. Penyusunan Pembangunan Kesehatan kearah yang lebih baik ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif sehingga status gizi anak meningkat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo.

 

Berita Mengenai PBB di Kabupaten Probolinggo diliput Media Cetak Radar Bromo.

ByCPHI Unud

Audiensi Tim CPHI dengan Bappeda Di Kabupaten Gianyar

Tim CPHI melakukan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Kabupaten Gianyar pada Kamis, 16 Mei 2019. Audiensi ini dilakukan terkait dengan program penguatan intervensi suplementasi gizi kerjasama antara CPHI FK Unud yang ditunjuk oleh Direktorat Gizi Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini adalah program pendampingan terkait dengan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Gianyar.

ByCPHI Unud

Strategi Analisis Data Kualitatif dengan Program NVivo

Pada hari Sabtu, 16 Maret 2019. Tim CPHI diundang untuk memberikan pelatihan program analisis kualitatif dengan menggunakan Program NVivo kepada para dosen di fakultas pariwisata.

Dengan semakin berkembangnya teknologi didunia penelitian, terdapat berbagai teknologi digital yang mempermudah pekerjaan kita. Salah satunya di dunia penelitian yang semakin berkembang.

Dalam melakukan penelitian, tentunya terdapat beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan dengan angka atau analisis statistik (SPSS, STATA, …). Seperti misalnya faktor sosial budaya dapat mempengaruhi penyebab suatu kasus/masalah terjadi. Sehingga hal tersebut membutuhkan analisis yang mendalam. Sebagai contoh dalam dunia kepariwisataan, wisatawan yang datang ke Bali dapat dipetakan dengan Sosial Network Analisis Kualitatif yang dapat mempengaruhi kunjungan dan mengetahui daya tarik dari wisatawan tersebut.

Kepadatan network dari responden yang diteliti dapat dianalisis dengan lebih mudah dengan aplikasi NVivo ini. Mulai dari pengelompokan (koding) sampai pada persebaran, peneliti dapat dengan mudah membaca data serta temuan dilapangan. Bukan hanya dari hasil wawancara dan fokus grup diskusi, tetapi juga hasil observasi dari gambar dan juga dapat digunakan untuk analisa mixed-method. Tentunya peneliti akan sangat terbantu dengan aplikasi ini, lebih mudah, cepat, dan terstruktur.

 

ByCPHI Unud

Kerjasama dengan Kementrian Kesehatan dalam Penguatan Intervensi Suplementasi Gizi di Kabupaten Gianyar Bali

Direktur CPHI dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH dan para peneliti bertemu dengan Direktur Gizi Kementrian Kesehatan; Bapak Ir. Doddy Izwardy, MA guna membahas mengenai kerjasama pendampingan penanggulangan stunting di 10 desa lokus stunting di Gianyar Bali.

Departemen Gizi Kementrian Kesehatan yang telah mengidentifikasi penguatan intervensi suplementasi gizi kerjasama dengan universitas dan perguruan tinggi (pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten/kota lokus stunting) dan dalam hal ini bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi yang memiliki kualifikasi dan pengalaman untuk melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat terkait percepatan perbaikan gizi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten/Kota lokus stunting. Kementerian Kesehatan dalam hal ini pihak Direktorat Gizi Masyarakat mempercayai CPHI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai mitra untuk melaksanakan pendampingan penanggulangan stunting di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Gianyar, Bali.

Hal ini juga berkaitan dengan kerjasama sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kesehatan No: HK.03.01/I/808/2018 dengan Universitas Udayana No: 13377/UN14/KS/2018 tentang Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Sustainable Development Goals 2, 3, 5, dan 6 tanggal 25 Oktober 2018.

Terkait penguatan intervensi suplementasi gizi dalam pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten/kota lokus stunting ini, pihak CPHI akan melaksanakan serangkaian kegiatan penguatan pendampingan, pelaksanaan assesment, analisis situasi dan rencana kegiatan di 10 desa sasaran. CPHI akan mengimplementasikan intervensi spesifik dan sensitif yang konvergen dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di kota Gianyar dengan daerah sasaran lokus stunting melalui pendampingan yang akan dimulai pada bulan April Tahun 2019.

ByCPHI Unud

Young Health Program PLAN International Indonesia

Studi baseline ini menyimpulkan bahwa merokok tembakau masih prevalan di kalangan responden laki-laki berusia di atas 18 tahun pada ketiga daerah survey. Di daerah Mataram, merokok tembakau prevalan terjadi pada laki-laki muda yang berusia kurang dari 18 tahun. Mengenai merokok tembakau, orang muda yang berada dalam usia sekolah dapat dengan melakukan kontrol yang lebih ketat dari penerapan kebijakan zona bebas rokok di hampir semua sekolah di daerah tersebut. Meskipun dukungan normatif mengenai keyakinan yang tersebar luas bahwa orang muda tidak boleh merokok, anggota keluarga dewasa serta guru-guru belum dapat dijadikan panutan bagi orang muda, sehingga adalah penting untuk melibatkan guru-guru dan tokoh masyarakat yang dihormati sebagai mentor untuk program pencegahan dan berhenti merokok tembakau. Sementara untuk orang muda perempuan, yang akan menjadi korban perokok pasif, adalah perlu untuk memberdayakan mereka untuk menegosiasikan hak untuk tidak terpapar asap tembakau serta untuk melepaskan “kekerenan laki-laki” dari merokok tembakau juga sangat penting.

Penggunaan alkohol ditemukan lebih banyak pada responden laki-laki berusia lebih dari 18 tahun di Jagakarsa (daerah Srengseng) dan pada populasi yang lebih muda di Mataram, sehingga pendekatan berbasis masyarakat disarankan untuk Jagakarsa dan program pencegahan berbasis sekolah harus dilakukan di Mataram. Catatan lain adalah beban ganda atas merokok dan minum alkohol, di mana lebih dari setengah dari semua perokok juga minum alkohol terutama di Jagakarsa dan Mataram.

Kurangnya asupan sayuran dan buah-buahan, gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi minuman kemas yang manis adalah prevalan di semua usia termasuk usia sekolah, sehingga intervensi berbasis sekolah untuk perilaku berisiko ini diperlukan.

Pemanfaatan dan kepuasan pelayanan kesehatan ramah remaja adalah rendah dengan lebih banyak laki-laki memanfaatkan pelayanan tersebut dibandingkan dengan mitra perempuan mereka. Norma jender yang bias mengenai hak KSR dan pengambilan keputusan tetap ada di masyarakat sehingga topik kesetaraan jender masih dibutuhkan. Hambatan untuk mengakses layanan PKPR terutama karena kurangnya permintaan dan kualitas pelayanan yang rendah. Sementara hambatan untuk penyediaan pelayanan berkualitas adalah alasan klasik kurangnya sumber daya manusia dan tidak adanya dana yang secara khusus dialokasikan untuk PKPR. Sementara untuk pos pelayan terpadu remaja atau Posyandu Remaja, program ini tidak ada di kedua daerah, yakni daerah Cibinong dan Jagakarsa.

ByCPHI Unud

What they thought about us?

Direktur Utama Sanglah

dr I Wayan Sudana, M.Kes.

RSUP Sanglah Denpasar pertama kali bekerja sama dengan CPHI ketika akan mengikuti penialain akreditasi JCI, dimana standar meminta adanya suvei kepuasan pasien dan staf atas layanan yang diberikan oleh peserta didik. CPHI sebagai satu-satunya penyedia jasa penelitian di Bali mampu menerjemahkan denganbaik standar yang diminta sehingga survei tersebut terlaksana dengan baik. Pada tahun 2016 RSUP Sanglah telah terakreditasi JCI dengan standar Academic Medical Center. Melihat hasil yang baik, RSUP Sanglah melanjutkan kerja sama dengan CPHI melalui pelaksanaan survei tentang budaya anti korupsi tahun 2018. Tahun 2018 akhir RSUP Sanglah menambah kerja sama dalam bentuk survei kepuasan peserta didik terhadap proses pembelajaran di RSUP Sanglah.

 

Director of L.I.A.M Charitable Fund

Lhani Davies

“CPHI have worked with the LIAM charity since 2014 developing and providing community education and awareness regarding Methanol Poisoning prevention, first aid and correct distillation practices. CPHI along with Sanglah Hospital and the LIAM charity have worked tirelessly to successfully have Protocol for the correct treatment of Methanol Poisoning signed and supported by the Bali Health department, an amazing achievement.”

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung

I Wayan Suambara, S.H., M.M.

“Kerja sama Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung dengan Center for Public Health Innovation (CPHI) pada tahun 2018 terjalin melalui pelaksanaan kajian evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung yang dikenal sebagai Program Krama Badung Sehat. Dalam hal ini, CPHI telah sukses melaksanakan kajian evaluasi secara komprehensif  dan dapat memberikan butir-butir rekomendasi yang mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Krama Badung Sehat kedepannya.”

 


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali

Ir Catur Sentana

“Tim supervisor CPHI melakukan tugasnya dengan sangat professional. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2018 dengan baik. Komunikasi dan koordinasi dengan Enumerator dan Tim Fasilitator juga dilakukan dengan efektif dan professional.”
“Dalam Penyusunan dan Penyajian Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 Profil Provinsi Bali, tim Peneliti bekerja dengan sangat professional. Laporan yang dhihasilkan juga disajikan dengan bahasa yang komunikatif, dilengkapi dengan tabel dan grafik yang mudah dipahami. Waktu pengerjaan juga tepat sesuai dengan rentang waktu yang telah disepakati.”

 

Direktur RSD Mangusada Kabupaten Badung

I Nyoman Gunarta, MPH

Pada tahun 2018, untuk pertama kalinya RSD Mangusada telah mempercayakan kepada CPHI sebagai  salah satu penyedia jasa penelitian di Bali untuk melaksanakan Survei  Penilaian Eksternal  terhadap Kepuasan Pasien  terhadap Layanan yang diberikan di Unit Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan serta Kepuasan Pegawai Fungsional terhadap Manajemen.  Manajemen RSD Mangusada Kabupaten Badung sangat  puas dan mengapresiasi atas hasil kerjasama yang telah terjalin dengan CPHI (Center for Public Health Innovation ) FK UNUD, yang telah mampu menterjemahkan dengan baik standar yang diminta oleh Surveior dari KARS versi 2012, Auditor ISO 9001 serta standar SNARS, yang mampu membawa RSD Mangusada mencapai predikat memuaskan dan Paripurna  dari KARS. Oleh karenanya,  Hasil yang telah dipresentasikan oleh Tim CPHI beserta Tim merupakan cerminan  dan akan dipergunakan sebagai salah satu acuan kedepan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, selain itu juga, tidak menutup kemungkinan juga dipergunakan untuk meningkatkan Inovasi di segala bidang di RSD Mangusada demi terwujudnya pelayanan prima dan menjadi rumah sakit daerah dengan pelayanan publik terbaik di Bali. Dan Manajemen pun berharap kerjasama ini dapat kembali terjalin pada pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat berikutnya di unit-unit lainnya.”

 

Pelaksana Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Denpasar

Ketut Ary Diana Artha, S.KM, M.Kes

 “Tim CPHI sangat kooperatif dan komunikatif dalam proses kerjasama. Pelaksanaan survey dilakukan dengan cepat dan tepat. Hasil yang diperoleh diseminasikan terlebih dahulu sebelum laporan dicetak sehingga laporan yang diahsilkan benar-benar berkualitas dan mudah dipahami.”

 

 

 

ByCPHI Unud

Research & Training

Our Research

CPHI specializes in qualitative, quantitative, and mixed-method research on a range of topics related to Public Health in Indonesia. Focusing primarily on health policy and management in the underprivileged area, public health, children and youth, nutrition, sexual & reproductive health, community-development through training-consulting-workshop, giving back with several kinds of collaboration on community services and more.

In addition, CPHI also has a strong commitment to work with the government to improve the success of health development through various collaborative activities both in policy and program development consultation, and when implementing and evaluating health policies or programs. The key findings and recommendation of the research have been stated to improve delivery of program’s beneficiary.

Current Research

CPHI conducts research both independently and in collaboration with regional, national, and international partners.

Areas of Expertise

CPHI has specialized in health care analysis, policy research, and monitoring and evaluation of health programs. Our research center has a strong concern for ensuring the voice of the vulnerable and marginal community to be heard by the public health program planner and policymakers. It is, therefore, the CPHI is always enthusiastic to response on call of research with a marginal and vulnerable population. The CPHI’s research topic is mostly about the public health-related topic but focused more on the vulnerable community such as young people, female, women workers, sex workers, LGBTQ community, as well as disabled people.

Research Topics

CPHI focuses on areas of Public Health research that are of fundamental importance to improving the health status in Indonesia. We study a variety of topics, including:

  • Children & Youth Nutrition
  • Community service & development
  • Assessment and Survey study
  • Food & Nutrition
  • Gender
  • Policy and Management
  • Outcome research
  • Health Economic
  • Sexual & Reproductive Health
  • LGBTQ
  • Epidemiology
  • Monitoring & Evaluation

Our Training Program

CPHI focuses on increasing the capacity of human resources through various NVivo training, statistical tools; STATA & SPSS and others related to research in public health.

 

ByCPHI Unud

NVivo Training

Bagi teman-teman yang ingin mengikuti pelatihan kualitatif menggunakan software NVivo, silahkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui link pendaftaran di bawah ini.
Pelatihan akan dimulai apabila jumlah peserta telah memenuhi kuota yakni 2o orang.

Klik–> https://bit.ly/NviVoreg19

Please click and join us!