Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan & Penanggulangan Stunting dan Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Jember

ByCPHI Unud

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan & Penanggulangan Stunting dan Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Jember

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Jember, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM)

Jember 26-27 Juni 2019- Kabupaten Jember dengan persentase InisiasiMenyusu Dini (IMD) yang masih rendah di fasilitas layanan kesehatan ini berupaya untuk merencanakan program yang berfokus pada IMD di layanan kesehatan kedepannya. Cita-cita menjadi Kabupaten SDGs ini pula yang menjadi tujuan utama dalam penerapan perbaikan dan memaksimalkan program-program sayang ibu dan anak di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Jember dilaksanakan di Meeting Room Avenue 4, Hotel 88 Jember. PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, district dan technical coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Desa, Akademi Kebidanan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Jember.

Tim Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM dan Asesmen Stunting yang bulan lalu dilakukan oleh tim peneliti dan enumerator lokal yang sebelumnya telah direkrut.

Kegiatan hari pertama (26/6/2019) disambut dengan antusias oleh para peserta yang dihadiri oleh berbagai OPD terkait dan juga fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Jember. Para peserta saling berdiskusi mengenai strategi kedepannya dan merencanakan untuk memperkuat kebijakan agar dapat mencapai harapan semua pihak untuk menuju target nasional dimana di tahun 2019 ini dapat mencapai kabupaten SDGs.

Adapun hal-hal yang dihasilkan pada workshop hari pertama adalah sumbatan atau sumber-sumber masalah yang Kabupaten Jember hadapi terkait implementasi 10 LMKM, akar penyebab masalah dari 10 langkah yang ada di komponen-komponen 10 LMKM, diantaranya yaituadanya kendala dalam sistem monev (monitoring evaluasi) yang saat ini belum berjalan dengan baik bahkan sama sekali belum berjalan yang dikarenakan belum terdapatnya aturan yang mengikat mengenai pelaksanaan monev, serta terbatasnya anggaran dana dan jumlah SDM di lapangan. Berdasarkan masalah yang ditemukan pada hari pertama ini, terdapat strategi yang telah disepakati bersama yaitu untuk melakukan revisi pada peraturan bupati dan melakukan pengembangan terhadap sistem sosialisasi program dan monev baru yang lebih teratur dan jelas pelaksanaannya.

Sedangkan pada hari kedua berfokus kepada strategi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Jember menghasilkan solusi-solusi terkait strategi untuk segera melaksanakan 8 aksi konvergensi penurunan stunting yang akan diawali dengan pelaksanaan verifali data yang akan dilakukan lintas OPD pada akhir bulan Juli ini agar kemudian dapat dilanjutkan ke dalam tahap rembuk stunting. Adapun inovasi yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten Jember dengan menghidupkan kembali peran pemuda yaitu karang taruna di setiap wilayah serta pembentukan Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang akan menjadi sistem informasi terpadu setiap desa yang saat ini telah berjalan sebanyak 50 Puskesos sebagai tahap awal pengembangannya.

Para OPD-OPD terkait dan fasilitas layanan kesehatan berkomitmen untuk bersama-sama dalam menyusun program yang lebih baik kedepannya untuk mencegah dan menanggulangi stunting dan meningkatkan capaian ASI Eksklusif di Kabupaten Jember.

About the author

CPHI Unud administrator

Center for Public Health Innovation whose activities focus on providing research in the public health sector.

Leave a Reply