Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan & Penanggulangan Stunting di Kabupaten Trenggalek

ByCPHI Unud

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan & Penanggulangan Stunting di Kabupaten Trenggalek

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Bondowoso, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).

Trenggalek 20-21 Mei 2019- Kabupaten Trenggalek dengan persentase Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang masih rendah di fasilitas layanan kesehatan ini berupaya untuk merencanakan program yang berfokus pada IMD di layanan kesehatan kedepannya. Cita-cita menjadi Kabupaten SDGs ini pula yang menjadi tujuan utama dalam penerapan perbaikan dan memaksimalkan program-program sayang ibu dan anak di rumah sakit. Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Trenggalek dilaksanakan di Kantor Bappeda Kabupaten Trenggalek. PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, district coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Tim Center for Public health innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM dan Asesmen Stunting yang bulan lalu dilakukan oleh tim peneliti dan enumerator lokal. Adapun hal-hal yang dihasilkan pada workshop hari pertama adalah sumbatan atau sumber-sumber masalah yang Kabupaten Trenggalek hadapi terkait implementasi 10 LMKM, akar penyebab masalah dari 10 langkah yang ada di komponen-komponen 10 LMKM Strategi yang akan dilakukan kedepannya, pelaksana yang kana bertanggung jawab serta terlibat didalamnya sampai pada perencanaan alokasi dana yang akan mendukung.

Kegiatan hari pertama ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang dihadiri oleh berbagai OPD terkait dan juga fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Trenggalek. Para peserta saling berdiskusi mengenai strategi kedepannya dan merencanakan untuk memperkuat kebijakan agar dapat mencapai harapan semua pihak untuk menuju target nasional dimana di tahun 2019 ini dapat mencapai kabupaten SDGs.

Sedangkan pada hari kedua berfokus kepada strategi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Trenggalek menghasilkan solusi-solusi terkait strategi untuk menangani maraknya penggunaan susu formula di masyarakat dengan cara menerapkan surat perjanjian dari tenaga kesehatan dengan ibu dari anak jika susu formula benar-benar dibutuhkan berdasarkan resep dari tenaga kesehatan yang menangani. Hal ini mengacu dari salah satu pengalaman dari Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek. Selain itu pula akan semakin digalakkan lagi strategi untuk memaksimalkan kelas calon pengantin mengingat pernikahan dini masih cukup tinggi di Kabupaten Trenggalek. Para OPD terkait dan fasilitas layanan kesehatan berkomitmen untuk bersama-sama dalam menyusun program yang lebih baik kedepannya untuk mencegah dan menanggulangi stunting di Kabupaten Trenggalek.

About the author

CPHI Unud administrator

Center for Public Health Innovation whose activities focus on providing research in the public health sector.

Leave a Reply