Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) & Stunting di Kabupaten Probolinggo

ByCPHI Unud

Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) & Stunting di Kabupaten Probolinggo

Terkait Dengan Komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo, GAIN Indonesia bersama Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memfasilitasi Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) berdasarkan Hasil Asesmen 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).

Probolinggo, 16-17 Mei 2019- Sebagai daerah dengan angka kematian bayi tertinggi di provinsi Jawa Timur dan lokus stunting nasional, membuat pemerintah kabupaten probolinggo akan semakin gencar menyusun kebijakan strategis terkait upaya penurunan stunting di kabupaten probolinggo yang didukung oleh GAIN Indonesia dan Center for Public Health Innovation, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana dengan melaksanakan assesmen 10 LMKM sebagai salah satu entry point terkait dengan program penurunan stunting.

Kegiatan Penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) di Kabupaten Probolinggo dilaksanakan pada tanggal 16-17 Mei 2019 yang dilaksanakan di Bappeda Kabupaten Probolinggo dibuka oleh Kepala Bappeda; Bapak Drs. H Tutug Edi Sutomo, MM.

PBB ini dihadiri oleh Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, district coordinator GAIN Indonesia, perwakilan Bidan Praktik Mandiri, Puskesmas dan Rumah Sakit di lingkungan Kabupaten Probolinggo. Adapun hal yang dibahas pada hari pertama pada tanggal 16 Mei 2019 adalah mengenai pemaparan hasil penilaian 10 LMKM serta penyusunan program berbasis bukti berdasarkan hasil asesmen tersebut. Kegiatan dilanjutkan tanggal 17 Mei 2019 yang membahas mengenai strategi untuk penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo.

Tim Center for Public health innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana juga memfasilitasi kegiatan penyusunan Program Berbasis Bukti (PBB) dengan metode Bottle Neck Analysis yang menganalisis hambatan pelaksanaan 10 LMKM di Kabupaten Probolinggo. Hasil pertemuan selama dua hari ini mendapatkan kesepakatan rencana kegiatan berupa revisi terhadap peraturan gubernur untuk memperkuat implementasi 10 LMKM, SOP untuk mengatur ASI Eksklusif, Rawat gabung, IMD, dan perbaikan mekanisme monitoring & evaluasi yang melibatkan berbagai OPD serta fasilitas layanan kesehatan di lingkungan Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga dari diskusi disepakati untuk adanya pelatihan staff LMKM (konselor ASI & Non-klinis), perekrutan SDM terutama dokter anastesi. Adapun strategi rencana kegiatan dari hasil diskusi adalah dengan pertemuan lintas sektor terkait rencana penyusunan program, pelatihan SDM terkait, dan juga memenuhi kebutuhan masing-masing fasilitas layanan kesehatan secara lebih optimal. Kepala Bappeda juga memaparkan bahwa rembug stunting akan dilaksanakan setelah PAK pada bulan Mei sampai dengan juni 2019 sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini akan dipimpin oleh Bappeda bersama dengan Dinas Kesehatan, Fasilitas Kesehatan dan beberapa OPD terkait.

Kepala Bappeda berharap melalui dialog dan diskusi diantara berbagai OPD terkait yang difasilitasi oleh Center for Public Health Innovation, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dapat menjadi salah satu strategi yang akan diadopsi nantinya sebagai usulan pembuatan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo. Penyusunan Pembangunan Kesehatan kearah yang lebih baik ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif sehingga status gizi anak meningkat dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo.

 

Berita Mengenai PBB di Kabupaten Probolinggo diliput Media Cetak Radar Bromo.

About the author

CPHI Unud administrator

Center for Public Health Innovation whose activities focus on providing research in the public health sector.

Leave a Reply